Titan, Tempat Paling Layak Huni Menggantikan Bumi
Rahasia Menjadi Manusia yang Kaya Raya
40 Bentuk PC Paling Menakjubkan Yang Belum Pernah Anda Lihat
10 Negara Ini Pernah Ada di Bumi dan Sekarang Hilang
9 Tuntutan Yang Pernah Dilayangkan Kepada Google
Rahasia Menjadi Manusia yang Kaya Raya
40 Bentuk PC Paling Menakjubkan Yang Belum Pernah Anda Lihat
10 Negara Ini Pernah Ada di Bumi dan Sekarang Hilang
9 Tuntutan Yang Pernah Dilayangkan Kepada Google
Seiring waktu berjalan, kertas berubah warna menjadi kuning. Ini hal yang wajar dan tak banyak yang mempertanyakan. Sebenarnya, mengapa kertas berubah warna?
Mosca Conte dari Universita di Roma Tor Vergata berusaha menguak alasannya lewat penelitian. Hasil riset dipublikasikan di jurnal Physical Review Letters. Untuk melakukan penelitian, Conte menggunakan tiga sampel yang tak diputihkan. Kertas tersebut dimasukkan dalam reaktor dengan kondisi mirip kondisi lingkungan selama 48 hari. Conte kemudian membandingkan kertas tersebut dengan tiga kertas bertulisan yang berasal dari abad ke-15. Teknik ini memungkinkan peneliti mengungkap apa penyebab perubahan warna kertas.
Peneliti menuturkan, kertas terdiri atas 90 persen selulosa. Seiring waktu, bahan penyusun dinding sel tumbuhan itu teroksidasi. Menurut Conte, oksidasi mampu mengubah susunan beragam molekul dan mengubahnya menjadi sesuatu yang disebut chromophores, yang menyerap cahaya.
Kertas terlihat putih karena memantulkan semua cahaya. Kertas tua memantulkan cahaya dalam panjang gelombang tertentu, yang menbuatnya terlihat kuning.
Hasil studi ini memungkinkan pihak terkait melakukan langkah memelihara kertas, dan bahkan memutihkan teks dan kesenian tua.
Sumber
Ternyata Para Pria di Indonesia Terancam Jomblo Permanen
Beginilah Gambaran Acara-acara TV 2013 di Indonesia (Komik)


0 komentar:
Posting Komentar
Komen yang sopan....
Kalau ada kesalahan pada posting atau link rusak. Bilang aja sama admin.
Jangan nge SPAM, jangan karena blog ini dofollow
Intinya, Anda sopan saya segan, Anda lancang saya cincang...!!!
Saya memoderasi komentar Anda, supaya saya bisa membaca komentar2 dari Anda