Titan, Tempat Paling Layak Huni Menggantikan Bumi
Rahasia Menjadi Manusia yang Kaya Raya
40 Bentuk PC Paling Menakjubkan Yang Belum Pernah Anda Lihat
10 Negara Ini Pernah Ada di Bumi dan Sekarang Hilang
9 Tuntutan Yang Pernah Dilayangkan Kepada Google
Rahasia Menjadi Manusia yang Kaya Raya
40 Bentuk PC Paling Menakjubkan Yang Belum Pernah Anda Lihat
10 Negara Ini Pernah Ada di Bumi dan Sekarang Hilang
9 Tuntutan Yang Pernah Dilayangkan Kepada Google
[lihat.co.id] - HATI-hati dengan bahasa tubuh. Gerak-gerik di tempat kerja dapat mempengaruhi penilaian kolega atau atasan terhadap Anda.
Hindari 5 bahasa tubuh berikut agar karir Anda tetap cemerlang.
1. Mata jelalatan
Menjaga kontak mata sangat penting saat berhadapan dengan lawan bicara. Saat berbicara dengan atasan, rekan kerja, atau klien, pastikan mata Anda selalu tertuju pada lawan bicara.
Hal ini menjadi tanda bahwa Anda sungguh-sungguh mendengarkan dan menghormati lawan bicara. Mata yang jelalatan membuat Anda seolah tidak berkonsentrasi dan tidak tertarik dengan apa yang sedang dibicarakan.
2. Mengernyitkan darhi
Terlalu sering mengernyitkan dahi menjadi tanda Anda tengah kuatir akan suatu hal atau tidak suka dengan topik pembicaraan.
Penilaian ini terjadi karena orang-orang yang sedang memikirkan sesuatu yang negatif biasanya secara tidak sadar akan mengernyitkan dahi.
3. Bertolak pinggang
Walau tak ada maksud tertentu, bertolak pinggang membuat Anda seperti memandang remeh orang lain.
Bahkan saat Anda menjadi pemimpin sekalipun, bertolak pinggang menjadi bahasa tubuh yang kurang baik karena dianggap merendahkan lawan bicara.
4. Menyilangkan tangan di dada
Sama seperti bertolak pinggang, menyilangkan tangan di depan dada membuat Anda terlihat sombong dan 'bossy'.
Bahasa tubuh yang satu ini juga menandakan Anda menutup diri dari kritik dan tidak terbuka dengan pembicaraan yang sedang berlangsung.
5. Menggoyangkan kaki
Menggoyang-goyangkan kaki saat rapat atau berhadapan dengan lawan bicara menjadi tanda bahwa Anda bosan dan ingin semuanya selesai dengan cepat.
Walau terlihat sepele, cobalah untuk menghindari bahasa tubuh ini di depan rekan kerja, atasan, apalagi klien.
Hindari 5 bahasa tubuh berikut agar karir Anda tetap cemerlang.
1. Mata jelalatan
Menjaga kontak mata sangat penting saat berhadapan dengan lawan bicara. Saat berbicara dengan atasan, rekan kerja, atau klien, pastikan mata Anda selalu tertuju pada lawan bicara.
Hal ini menjadi tanda bahwa Anda sungguh-sungguh mendengarkan dan menghormati lawan bicara. Mata yang jelalatan membuat Anda seolah tidak berkonsentrasi dan tidak tertarik dengan apa yang sedang dibicarakan.
2. Mengernyitkan darhi
Terlalu sering mengernyitkan dahi menjadi tanda Anda tengah kuatir akan suatu hal atau tidak suka dengan topik pembicaraan.
Penilaian ini terjadi karena orang-orang yang sedang memikirkan sesuatu yang negatif biasanya secara tidak sadar akan mengernyitkan dahi.
3. Bertolak pinggang
Walau tak ada maksud tertentu, bertolak pinggang membuat Anda seperti memandang remeh orang lain.
Bahkan saat Anda menjadi pemimpin sekalipun, bertolak pinggang menjadi bahasa tubuh yang kurang baik karena dianggap merendahkan lawan bicara.
4. Menyilangkan tangan di dada
Sama seperti bertolak pinggang, menyilangkan tangan di depan dada membuat Anda terlihat sombong dan 'bossy'.
Bahasa tubuh yang satu ini juga menandakan Anda menutup diri dari kritik dan tidak terbuka dengan pembicaraan yang sedang berlangsung.
5. Menggoyangkan kaki
Menggoyang-goyangkan kaki saat rapat atau berhadapan dengan lawan bicara menjadi tanda bahwa Anda bosan dan ingin semuanya selesai dengan cepat.
Walau terlihat sepele, cobalah untuk menghindari bahasa tubuh ini di depan rekan kerja, atasan, apalagi klien.
Ternyata Para Pria di Indonesia Terancam Jomblo Permanen
Beginilah Gambaran Acara-acara TV 2013 di Indonesia (Komik)


0 komentar:
Posting Komentar
Komen yang sopan....
Kalau ada kesalahan pada posting atau link rusak. Bilang aja sama admin.
Jangan nge SPAM, jangan karena blog ini dofollow
Intinya, Anda sopan saya segan, Anda lancang saya cincang...!!!
Saya memoderasi komentar Anda, supaya saya bisa membaca komentar2 dari Anda