Welcome

20.18
0
"Mereka harus belajar silat dululah kalau mau memukul orang."
 http://media.vivanews.com/thumbs2/2012/02/15/143799_demo-seniman-nyaris-dikeroyok-majelis-mujahidin-indonesia--mmi-_300_225.jpg

Seniman Yogyakarta, Bramantyo Prijosusilo, yang dikeroyok sekelompok orang di depan markas Majelis Mujahidin Indonesia mengalami luka di bagian tangannya. Bram pun menceritakan kronologi pemukulan tersebut.

Pemukulan itu berawal saat Bram berniat menggelar pentas seni yang diberi judul "Membanting Macan Kerah" di depan Markas MMI, Jalan Karanglo No. 94, Kotagede, Yogyakarta. Tujuannya untuk menginspirasi setiap orang melawan radikalisme, anarkisme, intimidasi dan kekerasan atas nama agama serta atas nama pribadi. Bram menumpang andong saat datang ke markas MMI.

"Tapi belum turun dari Andong,, saya sudah ditarik-tarik turun. Tangan saya terluka karena saya mempertahankan keris saya, sebab tadi ada yang mencoba merebut keris saya," kata Bram saat berbincang dengan VIVAnews.com, Rabu 15 Februari 2012.

Dia menambahkan, dalam aksi kekerasan yang dilakukan sekelompok orang itu, dia dipukuli. "Tapi pukulan itu tidak terasa bagi saya, seperti anak kecil memukul lah," ujar Bramantyo yang memiliki Padepokan seni beladiri Silat di Jawa Timur itu. "Mereka harus belajar silat dulu kalau mau memukul orang."

Bram mengatakan, dia sudah berdialog dengan MMI setelah difasilitasi pihak Kepolisian di Mapolres Bantul. Perdebatan dalam dialog itu, MMI menuntut Bram meminta maaf atas tuduhan menistakan agama. 

"Saya tidak mau minta maaf karena hati nurani saya bilang jangan minta maaf kepada kelompok-kelompok kekerasan itu. Mereka juga melaporkan saya atas tuduhan karena menistakan agama," ujarnya.

Selain itu, terkait dengan kekerasan yang dia alami, Bram mengatakan tidak akan melaporkan tindakan yang dilakukan anggota MMI terhadap dirinya itu kepada pihak Kepolisian. 

"Saya tidak melaporkan tindakan kekerasan yang mereka lakukan kepada saya itu, karena itu (tindakan kekerasan MMI) merupakan bagian dari proses pembuatan seni saya. Saya berterima kasih, mereka telah memerankan aksi barbar dengan baik," jelasnya. Sebelumnya Syobarin Syakur, Wakil Ketua MMI, membantah tudingan bahwa selama ini MMI sering melakukan intimidasi dan kekerasan dalam aksi-aksi mereka dengan mengatasnamakan agama. "Buktikan saja. Kami tidak melakukan kekerasan. Tapi, kalau terpaksa, kenapa tidak?" ujarnya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
thumbnail Title: Kronologi Pengeroyokan Seniman Yogya di MMI
Posted by:Unknown
Published :2012-10-06T20:18:00+07:00
Rating: 4.5
Reviewer: 7 Reviews
Kronologi Pengeroyokan Seniman Yogya di MMI

0 komentar:

Posting Komentar

Komen yang sopan....
Kalau ada kesalahan pada posting atau link rusak. Bilang aja sama admin.
Jangan nge SPAM, jangan karena blog ini dofollow
Intinya, Anda sopan saya segan, Anda lancang saya cincang...!!!
Saya memoderasi komentar Anda, supaya saya bisa membaca komentar2 dari Anda